Menurut kantor berita ABNA, seorang reporter Voice Of Amerika dalam blog pribadinya menyebarkan berita bahwa salah seorang ulama yang terdaftar sebagai penyambut kedatangan rahbar tidak bisa datang karena meninggal satu bulan sebelumnya.
Dengan ini dia sudah merasa melakukan penemuan besar, dia bersandarkan pada berita meninggalnya Ayatullah Ahmadi Faqih, selain itu ia juga memberitakan kehadiran para ulama dan marji taqlid dalam penyambutan kedatangan Rahbar secara besar-besaran dan meriah adalah berita dusta. Pada kenyataannya diantara para ulama dan para ustad hauzah ilmiyah Qom ada dua orang bersaudara yaitu Ayatullah Muhammad Hasan Ahmadi Faqih dan Muhammad Husain Ahmadi Faqih keduanya adalah ulama besar dari Yazd, bulan lalu Muhammad Hasan Ahmadi Faqih memang meninggal tapi saudaranya masih hidup dan ikut datang menyambut kedatangan Rahbar.
Sebagai jawaban atas tuduhan reporter itu bisa dilihat pada link berikut : Pesan Pimpinan Hauzah Ilmiyah Qom Menyambut Kedatangan Rahbar
http://www.abna.ir/data.asp?lang=12&Id=208705
Dan mengenai penyambutan dan keakraban yang hangat antara Rahbar dan ulama-ulama besar Qom bisa dilihat pada link galeri gambar berikut:
http://www.abna.ir/data.asp?lang=12&id=210298
http://www.abna.ir/data.asp?lang=12&id=210299
Jelas bahwa sambutan hangat dari warga Qom dan civitas akademis Hauzah ilmiah Qom berikut para Marja’ membuat pihak-pihak yang anti terhadap Wilayatul Faqih dan Revolusi Islam makin geram dan terpukul.